Tindakan adalah penawar keputusasaan

Mendukung Pengungsi, Pencari Suaka
dan Orang yang Tidak Memiliki Pilihan Publik

Penempatan Mahasiswa

RAMA menawarkan kesempatan penempatan bagi mahasiswa universitas hingga 90 hari sebagai bagian dari pengalaman kerja mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, kami telah menerima mahasiswa dari program Perawatan Sosial (BA dan MA), Studi Migrasi (MA), dan Perawatan Pengungsi (MA).

Penempatan ini menguntungkan kedua belah pihak: mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung bekerja dengan klien kami, sementara kami belajar dari perspektif akademis mereka. Mahasiswa juga membawa pulang wawasan berharga tentang kebutuhan spesifik pengungsi dan pencari suaka, memperkaya studi dan praktik profesional masa depan mereka.

Testimoni Siswa

B

“Penempatan saya dimulai pada 23 April dan berakhir pada pertengahan Juli. Namun, saya terus bekerja dengan tim RAMA sepanjang periode liburan musim panas saya.
Saya ingin menyampaikan terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota tim RAMA atas pekerjaan luar biasa yang telah mereka lakukan. Ketika saya bergabung dengan tim, saya tidak tahu apa yang diharapkan karena saya memiliki pengalaman yang sangat sedikit dalam bekerja dengan organisasi amal. Saya diliputi perasaan gugup. Setelah sehari penempatan, saya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Periode pemulihan ini membuat saya lebih memikirkan kembali kesejahteraan diri saya sendiri dan bagaimana saya menyeimbangkannya dengan pekerjaan dan pembelajaran saya. Namun, yang lebih positif dari waktu ini adalah Maria, yang merupakan Operational Lead, secara teratur menanyai keadaan saya meskipun dia hampir tidak mengenal saya.
Dukungan dan kepastian yang ia tunjukkan membuat saya optimis untuk melanjutkan penempatan dengan percaya diri.
Meskipun saya merasa cemas untuk kembali, mempelajari keterampilan baru, dan berada di lingkungan yang tidak familiar, rekan kerja dan OSS saya sangat mendukung.
Kurangnya kepercayaan diri saya tidak luput dari perhatian, namun saya tidak merasakan penghakiman di dalam tim, melainkan pandangan positif dan optimisme tulus untuk perkembangan saya.
Kinerja dan kepercayaan diri saya berangsur-angsur meningkat berkat budaya inklusif yang dijunjung oleh tim. Kepemimpinan Maria sangat luar biasa, saya telah belajar banyak darinya dan kontribusi setiap individu dalam tim telah secara unik memengaruhi perkembangan belajar saya. Saya telah berkembang baik secara individu maupun profesional dan itu berkat lingkungan aman yang disediakan RAMA. Seperti yang dikatakan Alexander Den Heijer, “Ketika bunga tidak mekar, Anda memperbaiki lingkungan tempat ia tumbuh, bukan bunga itu sendiri.”
Pesan saya untuk Tim; Teruslah melakukan apa yang terbaik yang Anda lakukan yaitu memulihkan kehidupan, Anda luar biasa dan semoga Tuhan memberkati Anda semua.”

Gulir ke Atas